Olahooo! Welcome back to my blog. Here is a new post about my story in Seoul day 2 with my travel partner, Bu Mel.
Karena jadwal liburan kita pas awal musim hujan (akhir Juni), kita harus sering-sering cek prakiraan cuaca di internet supaya perjalanan kita lancar, nyaman dan tetap menyenangkan. Fyi, prakiraan cuaca mereka cukup akurat, bisa dipercaya. Kenapa? Dengar-dengar sih, gosipnya ya, kalau prakiraan cuaca meleset bisa berujung pada pemecatan. Yak, memang ekstrim, tapi saya sudah dengar itu dari beberapa orang Korea. Mereka meng-iya-kan kalau melakukan pekerjaan apapun yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus serius dan akurat atau mereka bisa kehilangan pekerjaan. Di Seoul cuma pernah ada pemadaman listrik bergilir 1x dalam 60 tahun terakhir. Itupun karena ada kesalahan dalam penghitungan daya listrik yang diperlukan. Terus gimana? Semua orang Seoul pada protes dan pemerintahnya juga, jadi kepala perusahaan listrik nasionalnya tahu diri dengan mengundurkan diri sebelum dipecat. Sadis ya. Eh eh, kita kan mau cerita soal jalan-jalan di Seoul. Kok jadi melenceng.
Lihat di internet, katanya sih hari Selasa tanggal 2 Juli hujan, padahal rencana awalnya kita mau ke Nami Island. Okay, harus ganti rencana. Mendingan hari Selasanya dipakai untuk jalan-jalan di dalam gedung. Jadi sudah diputuskan, hari ini, Senin 1 Juli kita akan ke Nami Island. Yeaaaay! Menurut beberapa informasi yang sudah kami baca di internet, Nami itu jauh. Harus berangkat lebih awal biar gak kesorean pas baliknya. Hmmm, catet.
Oke, buat teman-teman yang perlu informasi gimana cara pegi ke Nami naik subway, dari hasil googling begini, how to go to Nami Island (the best and easiest way):
dari Hongdae Station Green Line (Line 2) turun di Wangsimni. Wangsimni itu stasiun transfer/transit untuk empat Line yang berbeda. Bisa dibayangkan deh ramenya kaya apa. Sempet-sempetnya ada emart juga di sini! Emart itu supermarket besar yang paling top di Seoul. Tenang, kita tidak tergoda. Tetap pada tujuan Nami Island. Dari Wangsimni kita transfer ke Jungang Line, turun di Cheongnyangni Station. Di Cheoyngnyangi Station, kita turun ganti kereta (masih di Jungang Line) ke Mangu Station. Di Mangu station, transfer ke Gyeongchun Line, berhenti di Cheongpyeong Station. Terus? Tenang, udah kok, saya tau kalian uda mabok bacanya hehe. Keluar dari pintu kanan (walaupun orang-orang ramai ke kiri) lalu duduk manis di halte bis menunggu Gapyeong Tourist Shuttle Bus yang akan membawa kita ke Petite France. Loh kok Petite France? Iya maap, lupa kasitau, kita ke sini dulu sebelum ke Nami Island.
Kita nyampe di halte bisnya jam 12an.. Sepi, panas, ini mau nanya juga gak ada orang. Tik tok tik tok. Eh, di situ ada orang pake kacamata item plus pegang brosur bus Gapyeong. Turis juga nih. Kepo ah. Ternyata dia turis dari tetangga kite, maleysie. Sama juga mau ke Petite terus ke Nami. Bisa barengan deh, mayan, dapet info. Dia sendirian bok. Pisah sama temennya karena temennya gak mau ke Petite. Menurut info, bisnya nanti dateng jam 12.25. Masih 15 menit lagi. Tik tok tik tok. Hmm, gak lama kemudian, ada bis dari jauh, itu kali. "Petite France?" /"No no," kata si kondektur bis. Di sini bener-bener sepi, mau guling-guling juga gak ada yang bakal liatin. Orang dikit, jalan gak ada mobil juga. Cuma bisa mendengar deru napas sendiri *heh? *geli. Eh, ada bis laen dateng lagi, iItu kali. Liat jam, 12.25 kurang 1 menit. Kayanya sih ya. "Petite France?" / "Yes, Petite France". Wuhuuu, yuk naik.
Pas naik bis, kita beli karcisnya dulu sama si kondektur, 5000 won. Disimpan baik-baik ya tiketnya, kalo ilang harus beli lagi. Di bagian depan bis, ada banyak brosur Petite France, Nami Island, Gapyeong Shuttle Bus juga. Ambil semuaaa. Duduk. Ngadem. Sepi di bis. Cuma ada 10 orang kira-kira termasuk kita. Si pemandu wisata nyapa para penumpang pake bahasa korea sambil jelasin kiri kanan dan informasi bla bla bla sambil ngebanyol. Hmmm, harusnya sih lucu, tapi saya gak ngerti -___-"
Nyampe di Petite France 13.10. Hal pertama yang harus dicek adalah jadwal bis. Bis selanjutnya ke Nami jam 13.50 dan 15.50. Otomatis harus selesai keliling Petite sebelum 13.50. Cepet-cepet deh. Huhuhu. Btw si Bu Mel uda print voucher diskonan 10% buat turis masuk ke Petite France (plus belanja di beberapa tokok seperti Etude, Missha dll) dari official website Korean Tourism Board. Petite itu letaknya di atas bukit. Pemandangannya bagus dan suasananya tenang. Denger-denger sih ini lokasi shooting Running man dan Beethoven virus drama. Si Bu mel kumpulin stamp di dalam gedung-gedungnya. Kalo kekumpul semua 10 stamp katanya sih bisa dapet suvenir, tapi karena kita buru-buru *liat jem* jadi seadanya aja deh.
Abis jepret-jepret sini sono, jam 13.40 kita uda di halte lagi di depan gerbang. Mending kepagian nunggu bis daripada telat, bisa-bisa gak ke Nami. Ternyata si bis telat 5 menit. Here we go, heading to Nami Island. Dari Petite France ke Nami Island cuma sekitar 15 menit. Uda hampir setengah 3, belom makan siang dong. Jadinya kita makan dulu di restoran dekat pintu masuk Nami. Ada banyak restoran di situ. Namanya juga tempat wisata, cuma takut harganya mahal ky di sini, hiks. Apa boleh buat. Kita masuk ke resto yang keliatannya biasa aja, gak mewah tapi rame. Duduk, pesen bibimbap satu. Orangnya bingung, kenapa cuma pesen satu. Sambil senyum dia mastiin lagi, satu ya? Iyeee. Napa sih. Bukannya kita pelit (padahal emang berhemat), tapi porsi makanan di Korea cukup besar. Mending dibagi 2, asal gak laper aja, jadi bisa makan yang macem-macem lagi nanti. Sebelum makanannya dateng, uda sibuk minum air dingin gratisan yang di meja dulu. Duh, mereka sangat mengerti kalo kita haus haha. Ini dia penampakan si bibimbap seharga 7000 Won.
Bibimbapnya enak dan banyak.. Kenyang juga walaupun satu porsi bagi berdua. Perut kenyang, hati senang, lanjuuuut. Kita cari loket yang jual tiket ke Nami. Ada tulisan gede "immigration" di situ, tiketnya 8000 won. Di tiketnya ada tulisan Entry Visa Naminara Republic. Langsung antri naik ferry buat nyebrang ke pulau Naminya. Deket kok, paling cuma 5 menit nyebrang. Uda sore ternyata masih rame aja. Ada banyak grup tur juga dari China n Thailand, dan yang nggak kalah banyak adalah couple, hahaha. Ya, namanya juga pulaunya Winter Sonata. Romantis dong. Bentuk pulaunya hampir kaya setengah lingkaran. Pohonnya tinggi-tinggi, masih hijau daunnya *belom rontok* dan gak gitu panas *ya namanya juga banyak pohon*
Uda capek keliling dan foto, saatnya balik. Antri lagi buat nyebrang naik ferry, lalu ke tempat tadi buat naik bis lagi ke Cheongpyeong Station. Bersiap kembali ke Hongdae. Oya, kita nyobain banana uyu loh, minuman susu rasa pisang yang terkenal di Korea. Ada beberapa varian rasa, light, original, strawberry dan orange. Yang orange kehabisan mulu, gak nyobain deh huhu. Harga si banana uyu satunya 1200 won. Bisa dibeli di supermarket/minimart mana aja di Seoul. Kalo beli 4 sekalian di supermarket besar jauh lebih murah loh. Pas ke HomePlus supermarket baru tau. Cerita si HomePlus di hari terakhir yah. Pengen gua bawa pulang di si uyu tapi apalah daya, keburu basi jadi pisang lagi kalo dibawa sampe di Jakarta.
Di subway kebanyakan duduk diem bengong karena cape. Oya, banyak orang mondar mandir di dalam subway. Nyari duduk kali ya? Bingung. Pas uda balik ke Jakarta dan nanya si bapak (murid saya yang orang Korea) baru tau ternyata mereka cari gerbong terdekat dengan pintu exit mereka, jadi bisa keluar lebih cepet dan gak buang-buang waktu. Hooo, gitu toh. Kita berdua akhirnya memutuskan turun di Ewha Women University di Line 2 juga. Di sana katanya banyak tempat shopping juga dan lebih murah. Namanya juga deket Universitas yang isinya cewe semua, hehe.
Ternyata jalan di sekitar situ kecil, mobil satu arah aja. Di kanan kiri banyak yang jual makanan dan barang-barang. Fyi, banyak bener yang jual kaos kaki lucu-lucu di mana-mana. Mereka pake sneakers kali yah. Waaah, ada tukang jus. Mauuu, satu gelas gede 2000 won. Seger deh, gak pake pemanis buatan juga. Fresh banget. Terus kita beli jajanan chicken mix. Di dalemnya ada kentang, ayam, ubi, disaosin apa gitu. Abis itu ke toko kosmetik (wajib itu) Face Shop, Etude, Beyond, dll. Biasanya ada satu penjaga toko pegang keranjang kecil sambil teriak-teriak di depan toko buat menarik orang-orang supaya masuk liat-liat (dan beli pastinya). Pas liat-liat, harganya kok lebih murah dari kemaren di Myeongdong yah. Gak beres nih. Tiap cabang toko harganya beda dong. Beda dikit sih tapi ada yang beda banyak juga, tergantung promosinya apa. Kuteks Face Shop warna nude cuma 800 won alias Rp 8000! What?! Eye liner gua juga cm 1250 won, alias Rp 12.500, what??? Kalo ke Korea laen kali harus bawa uang dan tas lebih banyak biar bisa stok kosmetik di Jakarta kalo perlu jualan *eh. Tiketnya kemahalan yak. Biasanya dikasi free sample juga abis belanja di toko kosmetik itu.
Dari Ewha jalan sampe ujung dan jalan dikit lagi untuk naik subway dari Sinchon station. Turun di Hongdae. Pulang, mandi, tempel koyo, pijit-pijit, tidur. Besok agenda kita adalah tetetettt teteetttt jalan ke mall aja karena bakal hujan, hahaha.
Note untuk hari ini: 1. belanja di Ewha itu lebih murah. 2. Ostrich itu gede n berbahaya. 3. Antrian kasir di toko kosmetik juga banyak cowonya. hihihi
Thanks for reading. See you in day 3 :)
Oke, buat teman-teman yang perlu informasi gimana cara pegi ke Nami naik subway, dari hasil googling begini, how to go to Nami Island (the best and easiest way):
dari Hongdae Station Green Line (Line 2) turun di Wangsimni. Wangsimni itu stasiun transfer/transit untuk empat Line yang berbeda. Bisa dibayangkan deh ramenya kaya apa. Sempet-sempetnya ada emart juga di sini! Emart itu supermarket besar yang paling top di Seoul. Tenang, kita tidak tergoda. Tetap pada tujuan Nami Island. Dari Wangsimni kita transfer ke Jungang Line, turun di Cheongnyangni Station. Di Cheoyngnyangi Station, kita turun ganti kereta (masih di Jungang Line) ke Mangu Station. Di Mangu station, transfer ke Gyeongchun Line, berhenti di Cheongpyeong Station. Terus? Tenang, udah kok, saya tau kalian uda mabok bacanya hehe. Keluar dari pintu kanan (walaupun orang-orang ramai ke kiri) lalu duduk manis di halte bis menunggu Gapyeong Tourist Shuttle Bus yang akan membawa kita ke Petite France. Loh kok Petite France? Iya maap, lupa kasitau, kita ke sini dulu sebelum ke Nami Island.
Kita nyampe di halte bisnya jam 12an.. Sepi, panas, ini mau nanya juga gak ada orang. Tik tok tik tok. Eh, di situ ada orang pake kacamata item plus pegang brosur bus Gapyeong. Turis juga nih. Kepo ah. Ternyata dia turis dari tetangga kite, maleysie. Sama juga mau ke Petite terus ke Nami. Bisa barengan deh, mayan, dapet info. Dia sendirian bok. Pisah sama temennya karena temennya gak mau ke Petite. Menurut info, bisnya nanti dateng jam 12.25. Masih 15 menit lagi. Tik tok tik tok. Hmm, gak lama kemudian, ada bis dari jauh, itu kali. "Petite France?" /"No no," kata si kondektur bis. Di sini bener-bener sepi, mau guling-guling juga gak ada yang bakal liatin. Orang dikit, jalan gak ada mobil juga. Cuma bisa mendengar deru napas sendiri *heh? *geli. Eh, ada bis laen dateng lagi, iItu kali. Liat jam, 12.25 kurang 1 menit. Kayanya sih ya. "Petite France?" / "Yes, Petite France". Wuhuuu, yuk naik.
![]() |
| Brosur Gapyeong Bus yang ada jadwalnya juga |
Pas naik bis, kita beli karcisnya dulu sama si kondektur, 5000 won. Disimpan baik-baik ya tiketnya, kalo ilang harus beli lagi. Di bagian depan bis, ada banyak brosur Petite France, Nami Island, Gapyeong Shuttle Bus juga. Ambil semuaaa. Duduk. Ngadem. Sepi di bis. Cuma ada 10 orang kira-kira termasuk kita. Si pemandu wisata nyapa para penumpang pake bahasa korea sambil jelasin kiri kanan dan informasi bla bla bla sambil ngebanyol. Hmmm, harusnya sih lucu, tapi saya gak ngerti -___-"
Nyampe di Petite France 13.10. Hal pertama yang harus dicek adalah jadwal bis. Bis selanjutnya ke Nami jam 13.50 dan 15.50. Otomatis harus selesai keliling Petite sebelum 13.50. Cepet-cepet deh. Huhuhu. Btw si Bu Mel uda print voucher diskonan 10% buat turis masuk ke Petite France (plus belanja di beberapa tokok seperti Etude, Missha dll) dari official website Korean Tourism Board. Petite itu letaknya di atas bukit. Pemandangannya bagus dan suasananya tenang. Denger-denger sih ini lokasi shooting Running man dan Beethoven virus drama. Si Bu mel kumpulin stamp di dalam gedung-gedungnya. Kalo kekumpul semua 10 stamp katanya sih bisa dapet suvenir, tapi karena kita buru-buru *liat jem* jadi seadanya aja deh.
| Begini salah satu pemandangannya. (plus bonus ada siapa di situ? hihi) |
Abis jepret-jepret sini sono, jam 13.40 kita uda di halte lagi di depan gerbang. Mending kepagian nunggu bis daripada telat, bisa-bisa gak ke Nami. Ternyata si bis telat 5 menit. Here we go, heading to Nami Island. Dari Petite France ke Nami Island cuma sekitar 15 menit. Uda hampir setengah 3, belom makan siang dong. Jadinya kita makan dulu di restoran dekat pintu masuk Nami. Ada banyak restoran di situ. Namanya juga tempat wisata, cuma takut harganya mahal ky di sini, hiks. Apa boleh buat. Kita masuk ke resto yang keliatannya biasa aja, gak mewah tapi rame. Duduk, pesen bibimbap satu. Orangnya bingung, kenapa cuma pesen satu. Sambil senyum dia mastiin lagi, satu ya? Iyeee. Napa sih. Bukannya kita pelit (padahal emang berhemat), tapi porsi makanan di Korea cukup besar. Mending dibagi 2, asal gak laper aja, jadi bisa makan yang macem-macem lagi nanti. Sebelum makanannya dateng, uda sibuk minum air dingin gratisan yang di meja dulu. Duh, mereka sangat mengerti kalo kita haus haha. Ini dia penampakan si bibimbap seharga 7000 Won.
Bibimbapnya enak dan banyak.. Kenyang juga walaupun satu porsi bagi berdua. Perut kenyang, hati senang, lanjuuuut. Kita cari loket yang jual tiket ke Nami. Ada tulisan gede "immigration" di situ, tiketnya 8000 won. Di tiketnya ada tulisan Entry Visa Naminara Republic. Langsung antri naik ferry buat nyebrang ke pulau Naminya. Deket kok, paling cuma 5 menit nyebrang. Uda sore ternyata masih rame aja. Ada banyak grup tur juga dari China n Thailand, dan yang nggak kalah banyak adalah couple, hahaha. Ya, namanya juga pulaunya Winter Sonata. Romantis dong. Bentuk pulaunya hampir kaya setengah lingkaran. Pohonnya tinggi-tinggi, masih hijau daunnya *belom rontok* dan gak gitu panas *ya namanya juga banyak pohon*
Ternyata ada kereta kecil yang bisa bawa kita keliling Nami loh.. Karena uda cape, kita balik ke stasiun kereta tadi. Bayar 2000 Won buat sumbangan katanya. Yang penting bisa duduk dan keliling Nami lebih cepet, tapi jalurnya pendek, jadi gak gitu efek juga. Bener bener nyumbang namanya -__-" Jam 4 kita uda harus nyebrang balik, bisnya jam 16.15 balik ke Cheongpyeong Station. Oya, di Nami ada burung onta. Mengejutkan. Saya juga kaget. Pas di depan ada tulisan, Beware of Wild Ostriches! Kita berdua uda bertanya-tanya aja. Ostrich? Di Nami? Eh bener aja, ada tuh di lapangan rumput. Ada 4 dan gede gedeeee. Ini pertama kalinya saya liat ostrich. Anehnya, tu orang-orang pada mendekat. Dia pikir itu kelinci lucu kali. Hellloooo, itu ostrich liar, mana gede pulak segede orang, hiiiiyyyy sereeemmm. Kabur ahh.
Uda capek keliling dan foto, saatnya balik. Antri lagi buat nyebrang naik ferry, lalu ke tempat tadi buat naik bis lagi ke Cheongpyeong Station. Bersiap kembali ke Hongdae. Oya, kita nyobain banana uyu loh, minuman susu rasa pisang yang terkenal di Korea. Ada beberapa varian rasa, light, original, strawberry dan orange. Yang orange kehabisan mulu, gak nyobain deh huhu. Harga si banana uyu satunya 1200 won. Bisa dibeli di supermarket/minimart mana aja di Seoul. Kalo beli 4 sekalian di supermarket besar jauh lebih murah loh. Pas ke HomePlus supermarket baru tau. Cerita si HomePlus di hari terakhir yah. Pengen gua bawa pulang di si uyu tapi apalah daya, keburu basi jadi pisang lagi kalo dibawa sampe di Jakarta.
Di subway kebanyakan duduk diem bengong karena cape. Oya, banyak orang mondar mandir di dalam subway. Nyari duduk kali ya? Bingung. Pas uda balik ke Jakarta dan nanya si bapak (murid saya yang orang Korea) baru tau ternyata mereka cari gerbong terdekat dengan pintu exit mereka, jadi bisa keluar lebih cepet dan gak buang-buang waktu. Hooo, gitu toh. Kita berdua akhirnya memutuskan turun di Ewha Women University di Line 2 juga. Di sana katanya banyak tempat shopping juga dan lebih murah. Namanya juga deket Universitas yang isinya cewe semua, hehe.
Ternyata jalan di sekitar situ kecil, mobil satu arah aja. Di kanan kiri banyak yang jual makanan dan barang-barang. Fyi, banyak bener yang jual kaos kaki lucu-lucu di mana-mana. Mereka pake sneakers kali yah. Waaah, ada tukang jus. Mauuu, satu gelas gede 2000 won. Seger deh, gak pake pemanis buatan juga. Fresh banget. Terus kita beli jajanan chicken mix. Di dalemnya ada kentang, ayam, ubi, disaosin apa gitu. Abis itu ke toko kosmetik (wajib itu) Face Shop, Etude, Beyond, dll. Biasanya ada satu penjaga toko pegang keranjang kecil sambil teriak-teriak di depan toko buat menarik orang-orang supaya masuk liat-liat (dan beli pastinya). Pas liat-liat, harganya kok lebih murah dari kemaren di Myeongdong yah. Gak beres nih. Tiap cabang toko harganya beda dong. Beda dikit sih tapi ada yang beda banyak juga, tergantung promosinya apa. Kuteks Face Shop warna nude cuma 800 won alias Rp 8000! What?! Eye liner gua juga cm 1250 won, alias Rp 12.500, what??? Kalo ke Korea laen kali harus bawa uang dan tas lebih banyak biar bisa stok kosmetik di Jakarta kalo perlu jualan *eh. Tiketnya kemahalan yak. Biasanya dikasi free sample juga abis belanja di toko kosmetik itu.
Dari Ewha jalan sampe ujung dan jalan dikit lagi untuk naik subway dari Sinchon station. Turun di Hongdae. Pulang, mandi, tempel koyo, pijit-pijit, tidur. Besok agenda kita adalah tetetettt teteetttt jalan ke mall aja karena bakal hujan, hahaha.
Note untuk hari ini: 1. belanja di Ewha itu lebih murah. 2. Ostrich itu gede n berbahaya. 3. Antrian kasir di toko kosmetik juga banyak cowonya. hihihi
Thanks for reading. See you in day 3 :)


No comments:
Post a Comment