Friday, September 1, 2017

Hello Cambodia!

Ternyata udah dua tahun lebih gak ada postingan baru.  Blognya sudah berdebu huhuhu.  Maafkeun, jalan-jalannya off dulu.  Nah, tahun ini baru deh petualangan dimulai kembali.  Kali ini saya mau cerita tentang jalan-jalan super singkat di Siem Reap, Kamboja.

Mumpung si partner bolang lagi libur dan ada tanggal merah 17 Agustus kemaren, jadilah kita memanfaatkan momen ini.  Semua direncanain dalam waktu kurang dari tiga minggu.  Super buru-buru tapi mantap dong.  Ok, yang butuh info tentang jalan-jalan ke Siem Reap, silakan disimak yaa..

Ibukota Kamboja adalah Phnom Penh, tapi kota yang lebih banyak dikunjungi turis itu SIem Reap. Kita naik jetstar dari Jakarta - Singapura - Siem Reap.  Jakarta - Singapura kira-kira 1.5 jam, Singapura - Siem Reap 2 jam 10 menit. Tujuan utama ke Siem Reap adalah mengunjungi kompleks candi Angkor.  Pernah dengar Angkor Wat dong?


ANGKOR WHAT? 

Kompleks Candi Angkor merupakan warisan dunia UNESCO dan dipercaya sebagai kompleks religius terbesar di dunia.  Wajar saja setiap harinya Angkor dikunjungi oleh ratusan wisatawan (mungkin ribuan karena penuh bangettt) 

"Angkor Wat (City of Temple) is the ultimate expression of Khmer genius – an awe-inspiring temple that is stunning for both its grand scale and its incredible detail." -Nick Ray, Lonely Planet writer.

Angkor Wat, nama candi yang paling terkenal, dibangun oleh Raja Suryawarman II pada pertengahan abad ke-12.  Awalnya Candi ini adalah Candi Hindu, tapi dialihfungsikan menjadi candi Buddha pada abad ke-13.  

Info selanjutnya bisa dicari di google sendiri yak 


Senin, 14 Agustus 2017

Tiba di Siem Reap Senin, 14 Agustus 2017 sekitar jam 3 sore.  Di luar bandara sudah banyak sekali supir tuktuk yang menunggu customernya. Sempet deg-degan karena si bapak gak keliatan, eh ternyata doi udah wa katanya maaf terlamat.  Fiuuff.   Selama dua hari (sebenernya 25 jam sih) di Siem Reap, kita pakai jasa tuktuk Pak Usman.  Si bapak langsung kasih kita air minum dingin dari kotak esnya pas kita ketemu. Dari bandara langsung ke hotel taro koper, lalu ke Angkor beli tiket dulu untuk besoknya.   

Penampakan kota Siem Reap, kaya balik ke tahun 80-90an


Loket penjualan tiketnya ada banyak, tergantung mau yang untuk one-day pass, three-day pass atau one-week pass.  Harga tiketnya USD $37 untuk yang one-day pass.  Harganya naik hampir 100% dari yang sebelumnya $20 karena mereka perlu dana besar untuk restorasi kompleks Candi Angkor. 



Di tiketnya ada foto kita loh 


Setelah beli tiket, kita diantar Pak Usman untuk lihat sunset.  Katanya sih spot yang terkenal untuk sunset di Phnom Bakheng.  Karena udah tutup, jadi kita dibawa ke Pre Rup.  

Liat foto ini sambil nyanyi lagu ninja hatori ya, "Mendaki gunung lewati lembah.."

Sayang sunsetnya pas lagi berawan

untung tempat turunnya udah disiapin tangga kayu dan pegangan


Ga jauh dari kompleks Angkor, ada night market.  Kebanyakan sih orang lokal di sana.  Tadinya kita pikir mau makan di Old Market, tapi Pak Usman bilang ada tempat makan enak langganan dia di night market sini.  Daging sapi lokal yang digrilled, makannya dicocol sama dua macam saus: prohok sauce dan saus dari micin + garam + lemon. Ada sayur-sayuran juga.  Daging sapinya empuk dan juicy!  Perut udah kenyang, saatnya kita berburu di Old Market.  Yippeeyy

Belanja di Old Market sini harus bener-bener tega nawar.  Semuanya pakai USD, jadi beda $1 aja udah berasa banget.  Oya, kalau ke sini, harus banget makan es krim nya.  Fresh and super yummy!  You guys don't wanna miss it. 

                                    

Surprisingly it's good!  Enak!
Pub Street di dekat Old Market


Selasa, 15 Agustus 2017

Pagi-pagi jam 5 kita udah titip tas ke lobby hotel, ambil breakfast to go, cus ke Angkor untuk lihat matahari terbit.  Hari masih gelap, tapi di jalanan menuju Angkor sudah banyak orang.  Ada yang naik sepeda, naik mobil, atau tuktuk.  

Spot paling bagus untuk lihat sunrise itu di Angkor West Gate.  Belum jam 6 tapi orangnya sudah banyaaaakkkkk sekalliiii.. 

             
Gak kalah sama gambar di kartu pos
siluet nih yee





Kita hanya pergi ke empat candi yang terkenal.  Angkor Wat, Angkor Thom, Ta Prohm, Prasat Kravan (abad 10, lebih tua dari Angkor Wat)

Angkor Wat


Sunrise

Ta Prohm

Bayon Temple

Angkor Thom


Angkor Thom

Makan siang, kita diantar Pak Usman makan di restoran Muslim Family.  Ini menu yang kita pesan.  Btw nasinya gratis! Hahaha *dasar orang ndeso

Ikan asam manis plus kangkung n kacang


Amok Chicken (rasanya mirip lodeh)

                                    


Terima kasih Pak Usman yang udah temenin kita keliling Angkor, siapin air dingin di box, anter jemput di hotel dan kasi rekomendasi makanan enak.  Pak Usman bisa bahasa Melayu.  Dia kebetulan pernah kerja di Malaysia 15 tahun.  Nama aslinya Sok Ramet, tapi dikasih nama Pak Usman pas kerja di Malaysia.  Orkun



Such a great short escape though we need one more night to explore the Old Market more.  And the ice cream one more time of course, huwaa..



TIPS:

#  Kompleks Angkor buka jam 5 dan tutup jam 5:30 sore.  Beli tiket di sore hari untuk trip besoknya supaya terhindar dari antrian yang super panjang.

#  Simpan tiket baik-baik.  Harus selalu ditunjukkan di setiap visit candi.

#  Orang lokal Kamboja masuk gratis ke komplek Angkor.

#  Mata uang yang dipakai: USD dan Cambodian Riel.  Siapkan selalu pecahan kecil USD karena biasanya mereka kasih kembalian uang Riel.

#  Sering-seringlah pakai sunblock.  Pakai baju yang nyerap keringat dan adem.  Bawa topi atau kacamata hitam bila perlu.  Cuacanya panas sekali.

#  Hampir semua orang di Siem Reap terutama daerah turis bisa bahasa Inggris dengan baik.  Jadi gak usah khawatir pake bahasa tarzan.

#  Yang perlu pakai jasa Pak Usman bisa wa di nomor +855 96 706 9535. 


Terima kasih sudah membaca :)










Friday, January 2, 2015

From a Different Point of View: Seafarers

It's the second day in 2015.  Some people are still on their holidays, some others are going back to work and you are reading my blog meantime, haha.  Well, sorry for the intermezzo.  The question that mostly comes in new year is, you can guess, what is your new year resolution?  I've been thinking of that question as well, but my mind has been thinking more about what I have gone through during these past years. 

"Nothing bothers you more than your own mind", so I decided to share my thoughts to my partner.  The more we talked, the more I realized.  We sometimes share and complain our problems from our point of view without paying attention how they actually feel.  They might have been in a worse situation than us.  

Let's have a little look at a seafarer's life and his family.  Most people will have a more obvious idea about the seafarer's families life  instead of the seafarers themselves.  People give their sympathy to the wife of the seafarer who takes care of the house, fulfill of their children's never ending lists, does the household chores, and also works or runs their own business, alone.  I am sure all wives and mothers agree these tasks will be so depressing when you have no company.  Then, what about those seafarers?

People may just know this job makes lots of money.  They might not have any idea what those seafarers face every single day. Only if the seafarers are officers already, their sea life will be slightly easier.  Otherwise, one single mistake might make you lose your finger, or even worse.  Thousands of miles away from their family, seafarers stay on the vessel which solitary sails in the rough deep sea and being tossed around by the waves, depending on the weather.  They have piles of paperwork, books to read, way points to make, navigate ship, check engines and steering and so on.  Not to mention working overtime to drop anchor or alongside the vessel in the middle of the night or very early in the morning while it is not their duty time to work.  Not only officials job they have to do, but also be very aware n keep themselves safe from piracy attack that has been a threat to international shipping since long.  The danger that has to be faced to give the family a better and more comfortable future financially.  Back to their cabin after work, they will take their phones out or a glossy piece of paper out of their wallet, keep looking at it till they fall asleep, thinking of their loved ones.   

Though nowadays technology helps life easier and distance feel closer, communicating online might not be equal as real presence.  Having no signal and internet connection for days or weeks just make it even worse.  They all might have missed many important events in family.  Both sides sacrifice, a lot.  However, the thoughts of their family and every single update when they communicate will strengthen them, to keep them strong and pass their day by day getting closer to home until they finish their contract.  Both sacrifices are paid when they are back and reunite with their family. 

While distance and time seem to daunt most couples, I still undergo this situation.  We have our reasons why we still keep holding on.  You don't choose who you want to love, but you can always decide your step, whether to stay or leave.   After the long discussion, I have just realized one of the reasons that makes me stay.  It is as simple as his unconditional love.  Not just my own love.  Your partner's love gives you more strength, courage and hope than you have ever thought.  Love is easier to be experienced than defined.  True love makes you both a better person.  We never know what will happen in the future, but we have learned lots of lessons and we keep on learning. 

Every one definitely has their own problems in life.  Trying to see ourselves in a better perspective might give us little peace in mind.  Be grateful for what you have.. 


Salute to those who are thousands of miles away from their family to help them financially better.
Keep strong. 
Keep positive.


"Love is the one thing that can never hurt anyone, although it may cost dearly.  The paradox of love is that it is supremely free yet attaches us with bonds stronger than death.  It cannot be bought or sold; there is nothing it cannot face; love is life's greatest blessings."
-Catherine Wybourne, a Benedictine nun







Tuesday, December 9, 2014

Hong Kong Day 4

MACAU: VENETIAN-PANDA-SENADO SQUARE-RUINS OF ST. PAUL-MOUNT FORTRESS-WYNN-VENETIAN

Halo semua, lanjut cerita hari keempat ngebolang di Hong Kong.  Untuk yang belum sempat baca Hong Kong day 1-2 dan Hong Kong day 3 bisa klik link nya ya.  Hari ini jadwal kita ke Macau.  Macau adalah salah satu dari dua daerah administratif khusus Tiongkok.  Yang satunya lagi tentu saja si Hong Kong sendiri.  Macau terkenal tempat berjudi.  Judi di sini sudah legal sejak tahun 1850an oleh Portugis waktu menjajah Macau.  Makanya, jangan heran kalau nanti ke Macau, bahasa yang dipakai untuk petunjuk arah dan lainnya banyak dalam bahasa Portugis.  Kalau di Hong Kong, lebih baik ke mana-mana naik MTR, sedangkan kalau di Macau, kita bisa naik bis, baik bis kota ataupun shuttle bus gratis.  Pertanyaan: Bagaimana caranya ke Macau?  Tenang, tenang, kita bisa naik ferry.  Berikut penjelasannya.

Pertama, bisa naik ferry dari Hong Kong Macau Ferry Terminal di Shun Tak Centre, Sheung Wan.  Nanti turunnya di Macau Taipa Temporary Ferry Terminal.  Kedua, bisa naik ferry dari China Ferry Terminal di Tsim Sha Tsui, Kowloon dan turun di Macau Maritime Ferry Terminal, Macau.   Harga tiketnya untuk kelas ekonomi,  Hong Kong --> Macau, HKD $164.  Macau --> Hong Kong HKD $153.  Harga itu berlaku untuk hari kerja.  Kalau akhir minggu dan hari libur harganya lebih mahal.  Lengkapnya bisa lihat di Turbojet Ferry .  Yang pasti, cek jadwal keberangkatan terakhir dari Macau ke Hong Kong, supaya bisa pulang ke Hong Kong. 

Waktu itu, kita naik ferrynya yang dari Tsim Sha Tsui.  Ternyata kita salah turun stasiun MRT dan udah keburu keluar, jadilah ngebolang (baca: nyasar) pertama kalinya di Hong Kong.  Tanya sini sono, dikasi peta, dan untungnya pas di terminal (yang gak keliatan kaya terminal) ada orang baik hati yang bisa bahasa Inggris dan tahu jalan.  Akhirnya kita disuruh naik bis aja ke China Ferry Terminal karena kalau jalan kaki masih lumayan jauh.  Bisnya lebih mirip mobil van kecil yang dijadiin kendaraan umum.  Kita duduk di depan aja biar si supir ingat ada dua anak ilang yang mau ke ferry terminal.  Supir-supir angkutan umum di sini biasanya bapak-bapak yang sudah berumur.  Mungkin sesudah pensiun dan gak mau nganggur, jadi alternatif pilihan bagus untuk tetap beraktivitas. 

Akhirnya sampai juga kita di China Ferry Terminal.  Banyak agen-agen yang nawarin tiket.  Beli tiket di booth, langsung ke pier berangkat ke Macau.  Ferrynya cukup besar dan nyaman dan ada wifi juga loh!  Setelah 1 jam perjalanan, tibalah di Macau.  Sebelum keluar, kita lewat di bagian imigrasinya.  Dikasih satu kertas kecil mirip seperti yang dikasi di imigrasi bandara Hong Kong.  Kertas itu harus disimpan baik-baik, kalau hilang perkara nyusahin diri sendiri (dan teman kalian juga).   Kertas itu sebagai pengganti cap kedatangan di paspor.  Jangan lupa ambil Macau Tourist Map sesampainya di terminal Macau.

Ferry to Macau

Tepat di luar terminal, bis-bis berlogo hotel tertentu sudah berjejer rapi di halte.  Bis-bis ini siap mengantar kalian ke hotel tujuan.  Gratis!  Kalian nggak harus nginap di hotel itu kok kalau mau naik.  Tinggal naik aja, duduk dan nikmati pemandangan Macau!  Tujuan pertama kita ke The Venetian.   Pertama kali tahu soal Venetian dari film Boys Before Flowers.  Tak disangka, sekarang ada di sini.  Megah, mewah dan keren dalamnya.  Kalau terlalu terbawa suasana di sini, bisa lupa waktu.  Banyak sekali toko-toko di sini.  The Venetian itu tempat berjudi terbesar di Macau.  Fyi, ada 33 casino di Macau, 23 diantaranya ada di Macau Peninsula, 10 sisanya ada di Taipa.  

The Venetian

Dengan gembira saya umumkan, akhirnya kami berhasil menemukan Mc.D saudara saudari.  Kelihatannya semua restorannya mahal-mahal.  Kita makan siang extra cepet karena jam 2 siang udah harus ke tempat panda.  Ya, ada panda di Macau, hihi.  Nama tempatnya, Macau Giant Panda Pavillion.  Lokasinya gak jauh dari The Venetian.  Jam bukanya dari jam 10:00-13:00 dan 14:00-17:00.  Tiket masuk 10 MOP (Macau Pataca adalah mata uang di Macau, tapi mereka masih mau menerima uang Hong Kong kok. Pastikan kalau mendapat uang kembalian dari Macau, minta uang Hong Kong saja karena MOP tidak diterima di Hong Kong.)  Tempat si panda ini termasuk tidak populer di kalangan turis.  Sepi sekali di sini hanya ada beberapa turis.  Mungkin ngeliatin panda aja kurang menarik kali ya.  Apalagi kalau pas pandanya bobo, haha. 

Sleeping panda :)

Dari tempat panda, kita mau ke Senado Square naik bis.  Di dekat situ ada halte.  Halte yang manakah yang akan membawa kita ke kota?  Setelah nanya orang, ternyata kita harus ke seberang menunggu si bis.  Banyak bis yang lewat di Senado Square, tinggal lihat di petunjuk aja yang ada di peta.  Naik bis hanya 5 MOP kok.  Siapkan koin ya kalau ke Macau.  Sesampainya di Senado, liat lautan manusia.  Ramai banget di sini.    Di kiri kanan jalan ada berbagai macam toko.  Kebanyakan toko jual makanan dan baju.  Sambil jalan terus ke arah Ruins of St. Paul, kita liat ada banyak orang nenteng bawaan yang sama.  Apa sih itu?  Kantong warna coklat.  Hampir semua orang bawa itu!  Gimana gak penasaran.  Ok, misi kita adalah menemukan di mana toko tersebut berada ketika kembali nanti.  *ala detektif*  

Setelah jalan-jalan, liat-liat, foto-foto di St. Paul dan Mount fortress, kita kembali ke jalan tadi untuk balik.  Di kaki tangga St. Paul, kelihatannya ada satu toko jual makanan dan wangi banget.  Ramai sekali di situ.  Tadaaa, orang-orang pada keluar toko nenteng kantong coklat itu, positif sudah, inilah toko yang dimaksud.  Pertanyaan selanjutnya, orang-orang pada belanja apa ya di sini?   Penasaran, kepo, jadi masuk aja, ngelongok ke kasir.  Hmm, orang-orang pada beli dendeng dan kue-kue ternyata.  Yuk mari cobain si dendeng.  Di sini sebelum beli makanan, kita bisa ambil tester n cobain dulu.  Gak jadi beli juga gak apa-apa kok.  Ngomong-ngomong, dendengnya non-halal ya.  Dibanding dendeng yang biasa dibeli di negeri singa itu, lebih enak dendeng ini.  Lebih tebal dan juicy. *iklan tak berbayar*  Sok, bungkuusss.  Highly recommended buat yang doyan dendeng.   Worth to try!  Oya, tak lupa kita cobain egg tart yang terkenal itu.  Nyaamm, lembut, enaaaak.  Egg tartnya 9 MOP saja.  Kita juga sempat berbelanja di Bossini Macau.  Promo polo shirtnya murah!  

Senado Square
Ruins of St. Paul

Selanjutnya, kita jalan menuju Grand Lisboa dan Wynn Hotel, bukan untuk berjudi tentunya.  Grand Lisboa ini interiornya keren.  Kalau di Wynn, di depan hotelnya setiap 15 menit sekali ada pertunjukkan air mancur menari alias dancing water fountain show ala ala Grand Indonesia Jakarta, tapi yang di Wynn lebih keren *jujur*.   Masuk ke dalam Wynn, rasanya seperti orang dari kampung masuk hotel bintang 5.  Walaupun berbagai macam orang masuk ke Wynn mulai dari yang keren sampai yang kucel, semua staff di situ tetap tersenyum ramah.  *dalam hati siapa tahu haha*  Di Wynn juga jangan lewatkan "Tree of Prosperity" di salah satu sudutnya.  Sulit dijelaskan, harus nonton sendiri (atau di youtube).  Keren!

Wynn and Grand Lisboa

Fountain Show in front of Wynn
  
Dari Wynn, kita harus kembali lagi ke Venetian.  Di dekat Wynn ada terminal bis yang lumayan besar.  Naik bis 7 MOP.  Sebelum ke Ferry terminal, kita makan malam di Food court Venetian.  Lalu cari shuttle bus Venetian yang mengantar kita ke Macau Maritime Ferry Terminal, bukan Taipa ya.  Kalian harus ingat ferry terminal mana tempat tadi turun.  Kita naik ferry yang terakhir ke Hong Kong, jam 22:30 jadi sampai di Kowloon kira-kira jam 23:30.  Kaki uda mau copot, badan hampir remuk, tapi setibanya di Hong Kong masih bisa jajan :D  Di Hong Kong walaupun uda malam, masih banyak orang juga.  Jadi, gak perlu khawatir.   

See you in another post n thanks for reading :)
























Tuesday, November 11, 2014

Hong Kong Day 3

DAY 3: NGONG PING - CITYGATE - LADIES MARKET


Setelah kemarin capek seharian main di Disneyland, hari ini kita bersantai-santai menikmati pemandangan alam di Ngong Ping.  Ngong Ping terletak di Pulau Lantau dekat bandara, tidak jauh juga dari Disneyland.  Kita tinggal naik MTR Tung Chung line dan berhenti di stasiun Tung Chung, keluar di Exit B dan jalan kaki melewati Citygate Outlet mall menuju Ngong  Ping Cable Car dan The Big Buddha.  

Sebelum melanjutkan perjalanan, ada baiknya mampir ke Citygate dulu untuk isi perut.  Di sana ada Food Republic, food courtnya si citygate.  Makanannya cukup bervariasi, ada makanan Thailand, Singapura, baked rice, kwetiau, dim sum, wonton, pangsit, sayur-sayuran, ramen, dll.  Tinggal pilih mau yang mana.  Harganya cukup terjangkau untuk ukuran makanan di mall.  Sekitar 40-60 HKD saja. 

Kenyang dengan kwetiau dan pangsit, kita siap untuk petualangan hari ini.  Pertama-tama beli tiket cable car-nya untuk bisa sampai di Ngong Ping Village.  Bisa pilih, mau yang standard cabin, crystal cabin atau private cabin.  Crystal cabin itu bagian bawah cable car nya kaca.  Buat yang takut ketinggian, tidak disarankan naik yang crystal cabin ya. Bisa kebayang dong kaya apa rasanya.  Selama 25 menit perjalanan dengan cable car, kita akan disuguhi pemandangan laut, hijaunya bukit-bukit, luasnya bandara, semilir udara sejuk dan The Big Buddha yang juga keliatan!   Oh ya, harga tiket round trip standard cabin $150 HKD.  Cepret, cepret, kita duduk manis terus difoto dulu sebelum cable car nya jalan.  Nanti fotonya boleh diambil (baca: dibayar) kalau suka pas sudah sampai di tujuan. 

Cable Car dan si tukang foto

The Big Buddha view from cable car

Sesampainya di Ngong Ping Village, kita jalan sambil menikmati udara segar menuju ke Tian Tan Buddha Statue (The Giant Buddha), the world's tallest seated outdoor bronze Buddha.   Di seberang Tian Tan Buddha Statue ada Po Lin Monastery, kuil tempat meditasi biksu-biksu Buddha. 



The Big Buddha ini selesai dibangun tahun 1993, tingginya 34 meter dan ada 268 anak tangga menuju ke puncaknya.  Oh ya ada 268?  Okay, we are ready to climb, haiyaa.  Saya dan Bu Mel sok ngitung sambil mendaki tangga untuk memastikan apakah pernyataan ini benar atau tidak, haha.  Tapi karena sibuk atur napas, konsentrasi hilang, jadinya lupa deh udah sampai berapa ya pas di tengah jalan.  Ya sudah lah, nanti aja ya pas turun itung lagi.  Hehehe.  Matahari lumayan terik, tapi udara tetap sejuk.  Lumayan juga berhenti 3x buat atur napas dan elap keringat sepanjang pendakian. *lebay tapi bener*   

268 steps!

Wuaaahh, pemandangannya bagus banget dari atas.  Plus udara yang sejuk bikin makin betah di sana.  Kita keliling-keliling, ternyata ada ruangan di bawah patung Buddha-nya, keliatannya seperti ruang untuk penyimpanan abu.  Puas foto-foto, lihat-lihat, ngadem, duduk, dll, saatnya turun dan berhitung kembali!  Hasil penghitungan kami ada 250an anak tangga.  Kok beda ya, entahlah, gak penting juga sih *gak mau disuruh balik lagi ke atas untuk hitung ulang* Di bawah banyak yang jualan es krim, air minum dan snack juga.  Jangan khawatir kehausan atau kelaparan ya! :) Untuk pencinta banana/melon/strawberry uyu yang dari Korea, kabar gembira untuk anda sekalian.  Ada uyu di minimarket-minimarket di HK!  Melepas kerinduan dengan si uyu, huhuhu.  

 Balik arah ke tempat cable car, kita akan kembali ke Citygate mall untuk makan di Food Republic.   Kali ini kita makan baked cheese rice with fish, 50 HKD.  Hmm, yummy.  Perut kenyang, it's shopping time!  Di sini hampir semua barang brandednya diskon.  Armani, Burberry, Calvin Klein, Esprit, Giordano, Nautica, Polo Ralph Lauren, dll semuanya outlet.  Kita juga sempet mampir ke supermarket di Citygate lho.   Itu hobi kami berdua yang tak boleh terlewatkan, haha.  Ternyata banyak buah-buahan impor dari Jepang dan Korea.  Murah dan segar.  Mau beli tapi gak punya kulkas.  Berat juga.  Jadinya nelen ludah aja.

Belum puas belanja di Citygate?  Ayo ke Ladies Market!  Naik MTR turun di Mongkok, keluar di exit E2.  Jalan di sepanjang Nathan Road menuju Shan Tung street, semua di kiri kanan itu toko-toko menjual macam-macam barang mulai dari tas, koper, suvenir, baju, jam tangan, flash disk dengan berbagai bentuk lucu, dll.  Rasanya sih mirip-mirip pasar baru dengan toko-toko bertenda di kiri kanan sepanjang jalan.  Yang mau belanja di sini, harus tahu triknya dulu ya.  Biasanya penjual di sini membuka harga 3x harga aslinya.  Jadi kalo mau beli barang dan dia bilang harganya 150, artinya harga barang itu sekitar 50.  Silakan keluarkan ilmu tawar menawar anda.  Sabar ya kalau nawar, mas, bro, sis, jeung.  Belanja di sana nggak kaya belanja di sini yang penjualnya masih baik manggil-manggilin kita nawar lagi.  Di Ladies Market, penjualnya ada yang jutek (gak suka barang jualannya dipegang-pegang), ada yang flat, ada yang ramah.  Intinya tawar sampe dapat sepertiga harganya.  Kalau mau aman, belanja aja sama toko yang uda ada label harganya, jadi gak perlu ribet-ribet nawar.  Bingung juga mau nawar berapa, kan?  Tempat jual suvenir HK bukan cuma di sini aja kok, di The Peak juga ada, Tsim Sha Tsui juga, banyak lah pastinya. 

Ladies Market 

Kita akhirnya beli beberapa suvenir dan kaos buat oleh-oleh.  Rata-rata harga kaosnya 100 HKD dapat 5.  Ketemu di satu toko sepertinya yang jualan lumayan ramah n sabar.  Kita dikasih bonus jadi 100 HKD dapat 6 kaos.  Kaosnya lumayan juga loh, gak norak dan bahannya gak jelek-jelek amat.  Tentengan uda banyak, pulang yuk pulang.   Eh, pas jalan pulang, di ujung Ladies Market ada toko yang jual kaos 6 for 90 HKD dan lebih banyak pilihan juga.  #hakjlebb  Lemes, yaaaaaaaaaaaaa.  Ya sudahlah, belajar merelakan, hiks.  Nanti besok-besok belanja lagi. Hihihi.. 

Pulangnya makan wafel toko di pinggir jalan *enaaakkk* plus minum Sharetea.  Menu Sharetea nya ada yang gak ada di Jakarta.  Toko jajanannya semua di pinggir jalan, gak perlu ke mall seperti di sini untuk makan wafel dan minum bubble hehe.  

Thank you for reading and see you in Hong Kong day 4.. Eh, besoknya ke Macau deng bukan di Hong Kong.  See ya! :)

















Saturday, October 25, 2014

Hong Kong Day 1-2

DAY 1

Hola!  Sudah lama tak bersua.  Maaf ya huhuhu.  Kali ini ceritanya saya dan Bu Mel ngebolang ke Hong Kong.  Kenapa Hong Kong?  Karena belum pernah *ya iyalah*.  Nggak deh, soalnya waktu bulan Agustus ada promo tiket pesawat, yang biasanya USD 550an, jadi USD 332 plus plus.  Bungkuuussss!  

Informasi sedikit tentang Hong Kong.  Terletak di bagian selatan China, Hong Kong terdiri dari empat distrik: Kowloon (tempat shopping dan tempat tinggal yang paling padat), New Territories (dekat Shen Zhen), Hong Kong Island (Central dan sekitarnya) n Outlying Islands (pulau-pulau lain termasuk Lantau Island - Disneyland dan bandara).  Penerbangan Jakarta - Hong Kong kira-kira 4 jam 20 menit.  Hari itu, kita sampai di bandara Hong Kong sekitar jam 8.30 malam.  Ambil koper, terus cari tempat yang jual octopus card.  Harganya HKD $150 termasuk deposit $50.  Octopus card ini perlu untuk naik bis, naik MTR (di HK bilangnya MTR bukan MRT ya), bisa juga untuk transaksi lainnya.  Tapi kita juga belum tau mau naik apa ke tempat nginap nanti.  Kalau nggak naik bis ya naik MTR.  Oh ya, kita nginep di daerah Yau Ma Tei.  

Setelah diskusi dengan si petugas informasi di bandara, dia menyarankan kita untuk naik bis A21 aja.  Tinggal naik, duduk manis dan nanti turun di Nathan Road.  Kalau naik MTR kita harus geret-geret koper, naik turun tangga/eskalator dan ganti line.  Agak repot.  Naik bis juga lebih murah hitungannya.  Yuk mari dicari di mana terminal bisnya, dan ternyata si A21 sudah standby nunggu penumpang.  Di jadwalnya ditulis bis akan berangkat jam 09.12, masih ada beberapa menit.  Kejaaaarr.  Pas naik bis kita tap si octopus card dulu di deket si supir, terus taruh koper di rak.  (Di dalam bisnya ada rak tempat taruh koper!)  Lalu silakan cari tempat duduk dan enjoy HK view!  Oya, kalo mau turun, pencet aja tombol "stop" yang ada di tiang-tiang di dalam bis.  Jadi si supir tau ada yang mau turun di halte selanjutnya.  Kalau di sini naik angkot kan tinggal ketuk langit-langit mikrolet, tepok aja bahu si supir atau teriak "bang, pinggir bang".  Bisnya uda keliatan tua tapi masih ok dan bersih.  Ini penampakannya si bis.  

A21 Bus

Dari bandara sampai kota kira-kira setengah jam.  Sepanjang jalan kita disuguhi lampu kelap kelip dari gedung-gedung yang menjulang tinggi di kota Hong Kong.  Setengah jam selanjutnya kita uda sampai di tujuan: halte Man Ming di Nathan Road dekat MTR Yau Ma Tei.  Rata-rata mansion di sini modelnya sama, persis kaya film-film horor ala China atau Hong Kong.  Bukan maksud menakut-nakuti loh, tapi emang kenyataan.  Haha.  Senangnya kita disambut oleh kamar yang bersih dan kasur yang nyaman (walaupun kamarnya super kecil, maklum lah namanya juga Hong Kong).  


Abis taruh koper, saatnya eksplorasi daerah terdekat tempat kita nginap.  Cari makanan sekalian lihat-lihat.  Wah, wangi apa ini?  Eh, ada yang jualan snack n ramai amat yang beli!  Ternyata di meja jualannya ada bakso ikan, siomay dimsum, sate cumi guede, jeroan non-halal, terus ke sana dikit ada tahu goreng, sosis, dll.  Semua rata-rata ditusuk jadi kaya sate.  Harga mulai dari $10.  Kita beli bakso ikan, 6 biji $10 kalau bakso ikannya campur (pedas n ori) porsinya lebih banyak $18 ($ di sini itu HKD yah bukan USD).  Dalam sekejab, si bakso ikan uda di perut.  Enaaak, laper dan doyan.  Hmm, sekarang coba apa ya?  Si sate cumi wanginya memanggil-manggil tapi agak ngeri gimana gitu wujudnya.  Daaaann, dibeli juga deh, $15 (sajah).  Macam fear factor aja mau makannya.  Gigit si cumi, nyemmmm, ternyata enak dan gak alot!  *elap mulut yang belepotan*  Abis itu, jajan juga di toko sebelah: ayam goreng yang super guede semacam jajanan taiwan itu $30.  Fyi, nilai tukar per Oktober 2014 waktu itu 1 HKD = Rp 1.570,00. 


Perut kenyang, saatnya pulang n bobo.  Sebelumnya kita beli air minum dulu di mini market.  Botol yang ukuran paling gedenya 2 Liter loh!    Lumayan buat latian bisep haha.  Yuklah bobo, besok kita mau bangun pagi karena kita mau ke Disneyland.  Yeaaaay! Sampai besok lagi. :)



DAY 2: DISNEYLAND

Teroreroreeett.  Bangun banguuun.  Jadwal hari ini seharian di Disneyland.  Bu Mel uda beli tiketnya di Garuda travel fair.  Harga tiketnya per orang  $420.  Tiketnya bisa dibeli di mana-mana kok, bisa beli online, di hotel-hotel di Hong Kong, bandara di terminal 2 ada, di stasiun MTR Hong Kong Tung Chung line juga ada, di tour dan travel agent terdekat anda juga pasti ada.  Kalau beli langsung di Disneyland juga bisa, tapi harganya $450.  Sebelum kita berangkat, kita makan dulu di Mc.D dekat stasiun Yau Ma Tei.  Mc.D di setiap negara itu ada yang khusus, jadi jangan lupa mampir ya.  Kalau di HK, yang gak ada di kita itu menu sarapannya.  Macaroni with ham and egg plus hashbrown n milktea.  Dengan PDnya kita beli seorang satu porsi.  Jrenggg, gede banget porsinya.  Super kekenyangan.  Kayanya cukup sampe rada siang baru makan lagi haha.  



Untuk ke Disneyland HK, kita harus naik MTR Tung Chung Line, turun di Sunny Bay dan nyambung kereta yang khusus membawa kita ke Disneyland.  Peta MTR nya jelas kok, jadi gak perlu bingung.  Apalagi kereta Disney nya.  Pasti langsung tau pas keretanya datang.  Jendelanya mickey,  pegangannya pun Mickey :)  

   




Kita sampai di Disneyland tepat pas jam 10.30, dan ternyata uda super ramai.  Langsung lah kita masuk.  Jeng jenggg.  Panas dan silau!  Di pintu masuk, tas kita diperiksa sebentar sama petugas, dia ngintip di dalem tas kita ada apa.  Gak ngerti maksudnya gak boleh bawa makanan atau gimana.  Yang pasti kita berdua bawa botol air dan aman-aman aja tuh.  


Disneyland HK ada Toy Story Land, Mystic Point, Grizzly Gulch, Adventure Land, Fantasy Land, Tomorrow Land dan Main Street.  Di setiap tempat-tempat itu ada toko dan restoran.  Semua jelas di brosurnya.  Masuk, foto-foto bentar dan ada si Mickey uda standby di gazebo utama.  Hahhh, antrian untuk foto sama Mickey lumayan panjang.  Banyak yang antri, tapi banyak juga yang lewatin.  Males kali panas-panasan berdiri demi Mickey seorang.  Sambil ngantri, kita susun jadwal dari brosur yang tersedia di pintu masuk.  Harus perhatikan jadwal show-shownya dan parade biar gak ketinggalan.  Akhirnya setelah 1 jam, giliran kita sampai juga.  Ini semua demi foto bareng Mickey *niat abis*.  Di gazebo itu ada dua orang, satu yang arahin, satu fotografernya.  Dia juga bisa fotoin pake kamera kita loh.  Nah abis itu, dia akan kasi photocard supaya kita bisa cek hasilnya dan print kalo kita mau.  *bayar lagi lah ya*


Abis dari Mickey, kita ada di Main Street.  Di situ ada toko pernak pernik Disney dan cafe-cafe.  Masuk aja lihat-lihat sekalian ngadem, heee.  Disneyland HK itu yang paling kecil loh diantara Disneyland lain.  Sehari aja harusnya cukup untuk explore.  Lalu, kita ke Tomorrow Land, naik Space Mountain (roller coaster indoor) tanpa antri panjang, cuma nunggu 5 menit langsung cusss.  Buat fans Buzz Lightyear, jangan lupa foto bareng dia di Tomorrow Land yah! I missed it, huhuhu. 

Lanjut ke Fantasy Land, tempatnya Princesses.  Zingg, sepi.  Kita lihat-lihat aja dan foto sama Rapunzel.  Itu juga karena ketemu dia dia jalan.  So sweet and pretty!  Gayanya bener-bener kaya Rapunzel.  Sayang gak ketemu Cinderella, Belle atau yang lain.  Kita cuma ada foto sama Mickey, Minnie dan Rapunzel deh.  Ada The Golden Mickey show di sini, tapi kita skip dulu karena mau nonton Festival of the Lion King jam 2.  Oya, karena rame, awas anak ilang.  Ada beberapa pemandangan aneh selama di Disneyland.  Ada anak yang duduk di koper terus didorong (bukannya pake stroller), ada juga anak yang dirantai borgol di kakinya.  Rantainya dipegang mamanya.  Uda kaya lagi bawa doggy.  Aneh-aneh deh. 

Terus ke Adventure Land untuk nonton Lion King show.  Sebaiknya standby di situ 30 menit  lebih awal supaya bisa antri dan dapat tempat duduk yang bagus.  Pintunya juga ditutup 10 menit sebelum acaranya mulai.  Shownya berlangsung selama 30 menit.   Musik, nyanyi dan dance-nya keren banget!  Wajib tonton.  Abis nonton uda hampir jam 3, laper.  Yuk cari makan.  Makanan di sini rata-rata harganya $90-100an.  Rada mahal, namanya juga tempat wisata.  Tapi yang bikin happy, ada water fountain alias air minum gratis di deket toilet di fantasy land.  Haha!  

Jam 3 ada Flights of Fantasy Parade.  Harus buru-buru balik ke Main Street biar dapat tempat untuk nonton.  Kalau telat nanti jalannya penuh orang dan gak keliatan deh.  Di situ uda ada petugas yang atur-atur pengunjungnya duduk sini, gak boleh berdiri, gak boleh di sana bla bla bla.  Daaan, paradenya dimulai.  Ada Woody, Buzz, Winnie the Pooh, Princess, Lilo n Stitch, yang pastinya Mickey, Minnie dan Donald Daisy gak ketinggalan.  Huwaaa, keren bangett.  Plus lagunya yang bikin semangat.   Keren!


Selanjutnya, kita meluncur ke Grizzly Gulch.  Di sana kita main Big Grizzly Mountain Runaway Mine Cars.  Harus coba, seru dan ada kejutannya!  Kejutannya apa?  Cari jawabannya :D  Dari situ, kita ke Mystic Point.  Sayangnya, si Mystic Manor tutup sementara kata si petugas.  Gak tau kenapa.  Hiks.  Jadinya kita terus aja deh ke Toy Story Land. Di sini lumayan ramai.  Kita antri mau naik Toy Soldier Parachute Drop.  Kita duduk di payung seperti parasut, lalu diangkat naik, dan turuuuunn.  Naik dan turuuun lagi.  Rasanya semriwinggg anginnya.  Banyak anak-anak juga naik loh.  Terus ada Slinky Dog Spin dan RC Racer.  RC Racer mirip kora-kora di Dufan tapi bentuk tracknya U.  Tinggi dan miring banget.  Saya bagian foto-foto di bawah aja deh, gak berani naik.  Eh bukan, koreksi: itu hampir lurus 90 derajat.  Heleh heleh.  



Kita juga nggak lupa naik Jungle River Cruise di Adventure Land.  Naik boat dan menyusuri sungai yang penuh misteri.  Ada si rumah Tarzan juga loh di sana!  Secara umum, sebagian besar wahananya untuk anak-anak.  Gak ada yang ekstrim sampai gimana, kecuali si RC Racer.  Di brosurnya sangat amat jelas ditulis wahana masing-masing cocok untuk anak-anak atau dewasa, bahkan ada keterangan kalau wahana tertentu bisa dinaikin oleh orang dengan kursi roda.  Salut!

Tengtong, waktu menunjukkan jam 7.  Ada Disney Paint in the Night Parade.  Hayo cepat balik ke Main Street untuk cari spot nonton yang bagus.  Baru juga jam 6.30 hampir semua spot uda penuh sesak orang-orang.  Gak dapet tempat T__T  Eits, tiba-tiba ada orang yang kabur dari tempat duduknya.  Hiyat, langsung ke sana.  Akhirnya kita duduk di situ sambil tunggu paradenya mulai.  Tetep aja gak keliatan, ketutupan orang-orang yang berdiri.  Yasudlah, kita berdiri.  Nah, ini baru keliatan!  Yeaayy.  Kereta, mobil, orang-orang dipenuhin lampu-lampu.   Baguuusssss bangettttt..  Sayang memori di hp uda mau penuh, gak bisa record semuanya :(  



Selesai parade jam 7.30.. Masih ada Disney in the Stars Fireworks jam 8.30..  Orang-orang uda pada kabur abis nonton parade.  Saya mau nonton.  Tanggung tinggal satu show lagi masa pulang.  Pasti keren deh kembang apinya.   Tapi ngapain juga ya nunggu 1 jam.  Masuk angin nih.  Akhirnya kita keliling-keliling dan cari mesin cetak koin Disney lagi.  Tukar $15 dari octopus card, tap aja di tempat yang disediakan, terus pilih mau koin yang bentuk apa dan tadaaaa, koin bulat itu akan dipress sesuai gambar pilihan kita dan dia akan keluar.  Cling.  Silakan ambil.  Lumayan buat kenang-kenangan yang lebih affordable hehehe.  Pelit dan hemat beda ya saudara saudari..  Kami baru hari pertama, jadi gak beli apa-apa di Disney.   


Akhirnya jam 8.30 juga, kita cari spot di deket gerbang biar liatnya lurus ke arah castle dan bisa keluar duluan sebelum keretanya rame orang nanti hehe.  Masih banyak orang juga ternyata, cuma emang sebagian besar uda balik.  Daaann, dimulailah si fireworks dengan lagu-lagu Disney.  Huwaaaa, keren banget banget banget. SUPERB!  It's really worth the wait.  Gak berhenti-berhentinya waaa waaa wooooow.  Sampai merinding nontonnya.  



Disneyland is indescribable.  Definitely a must-visit place!  

Pulangnya kita balik arah aja ke Yau Ma Tei station.  Cari makan deket tempat kemarin.. Kali ini kita jajan takoyaki dan cheesy potato.  Minumnya yang segar-segar,  ice tea dengan potongan nanas, jelly dan lainnya.  Ditutup dengan si bakso ikan lagi.  Hehe.  Btw di sana orang-orang hobby minum bubble dan sejenisnya.  Harganya pun relatif sedikit lebih murah dari Jakarta.  Asik lah pokoknya.  Mari bobo karena besok lanjut ngebolang lagi.  Nite! :)


Thanks for reading :)