Huaaa, udah hari keempat di Seoul. Cepatnya waktu berlalu. Kalo lagi liburan emang gitu yah, tiba-tiba aja bentar lagi pulang. Hiks. Jadwal hari ini kita akan ke istana-istana. Ada Changdeokgung plus Huwon Garden, Gyeongbokgung dan lainnya, tapi kita cuma ke dua istana ini aja. Kenapa? Ini dia ceritanya.
Sebelum kita berangkat, salah satu murid saya menyarankan saya ke Huwon Garden yang ada di Changdeokgung Palace. Kata dia, itu tamannya bagus, tapi harus pesen tiket dulu online di sini Huwon Ticket Reservation. Pilih harinya, pilih mau pemandu bahasa apa dan mau jam berapa. Buat yang mau ke Palace yang lain, harus perhatikan jadwalnya. Ada yang tutup hari Senin, ada yang tutup hari Selasa. Harga tiket untuk Huwon sendiri 5000 won, Changdeokgung 3000 won. Total 8000 won. Mendingan beli tiket terusan aja, bayar 10.000 won bisa buat ke Changdeokgung, Gyeongbokgung, Changgyeonggung, Deoksogung, dan Jongmyo Shrine. Murah kaaan? Tiketnya berlaku sampai 1 bulan setelah pembelian. Jadi gak harus datang ke semua Palacenya dalam sehari atau seminggu, hehe. It's a very good deal :)
Jam 10an kita uda sampe di Changdeokgung. Beli tiket, foto-foto, nunggu sekalian neduh. Hari itu di Seoul matahari terik sekali. Suwer deh. Tur untuk Changdeokgung dalam bahasa Inggris mulai dari jam 10.30-11.30. Yak, benar, satu jam. Siapkan fisik dan air minum serta payung karena puanas. Akan ada pemandu yang jelasin kita tentang isi Palace ini sambil keliling lihat-lihat. Bisa pilih mau yang jam berapa dan bahasa apa. Sangat memudahkan turis dalam berjalan-jalan sambil mengerti apa yang dilihat selama wisata itu. Serombongan kira-kira ada 20an orang. Pemandunya pakai Hanbok loh (pakaian tradisional Korea). Salut sama pemerintah Korea yang sangat siap untuk memanjakan wisatawan asing.
Changdeokgung itu sebenernya dibangun sebagai secondary palace oleh Dinasti Joseon selama masa kepemimpinan King Taejong. Sempet juga menjadi main palace ketika Gyeongbokgung hancur karena invasi Jepang (1592-1598). Ada beberapa bagian dari istana yang hancur karena penjajahan Jepang tahun 1910-1945. Banyak cerita di sini, ada cerita tragis juga. Semua dijelasin oleh si pemandu dengan sangat baik dan jelas.
| Gerbang Changdeokgung |
Selesai di Changdeokgung, pemandu Huwon Garden sudah menunggu. Huwaa. Di Huwon bakal lebih lama karena lebih gede. Dua pertiga area itu adalah Huwon Garden. Sepertiganya istana. Otomatis lebih banyak yang harus dilihat. Jam 11.30 mulai, selesai jam 1 siang. 1.5 jam di dalam Huwon. Informasi aja, yang mau ke sini lebih baik pakai alas kaki yang nyaman karena jalannya naik turun dan banyak juga yang gak gitu rata alias masih berbatu-batu. Malah ada jalan yang kemiringannya 45 derajat. Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Bersama teman, bertualang. Haha, cocok banget nih backsoundnya lagu Ninja Hatori *tepok jidat* Selama 1.5 jam itu ada istirahatnya kok. Kita uda megap-megap rada engep cape plus kipas-kipas kepanasan tapi orang-orang tua yang ikut grup kita keliatan nyantai aja. Faktor u tidak berlaku di sini. Btw harus pake guide ya, biar ngerti dan jelas akan keindahan alam dan istananya. *tsaaah* Guidenya gratis ini kok. Psstt
Jam menunjukkan pukul 13.10. Tur dengan bahasa Inggris di Gyeongbokgung mulai jam 13.30. Perut laper, waktu mepet. Mau makan restoran deket situ aja deh tapi kok kanan kiri kantor semua. Akhirnya kita beli roti dulu di mini market, sambil makan sambil jalan. Kalo diliat di peta sih deket ya dari Changdeokgung ke Gyeongbokgung. Uda jalan terus kok gak keliatan juga. Istananya kan gede, masa dari jauh belom keliatan juga. Tanya orang deh biar gak buang waktu. Eh, dia gak tau dong. Jalan lagi, tanya orang lagi, eh tanpa berbicara sepatah katapun langsung keluarin hp dan google maps. Terus dia coba jelasin pake Inggris yang patah-patah dan nunjukkin si peta ke kita. Ke kanan, lurus terus, nanti ke kanan lagi. Hmm, canggih ya pake google maps dong jelasinnya haha. Memang gak perlu diragukan deh tu kecepatan internet di Korea. Di subway aja semua orang sibuk main atau browsing pake smartphone yang paling baru.
![]() |
| Smileeeee |
Sampe deh di Gyeongbokgung. Luaaass benerrr. Ini masuk lewat mana pula? Panas, capek, tapi masih semangat. Uda telat juga. Pemandu dengan bahasa Inggrisnya mulai jam 13.30, kita sampe jam 13.40. Setengah jam tuh dari Changdeokgung ke Gyeongbokgung. Liat ke dalam, belom jauh pasti. Langsung bergabung dengan grup. FYI, panas buanget. Bukannya makin adem tapi makin panas. Apalagi di Gyeongbokgung lapangannya itu pake batu granit. Makin keliatan gersang. Menurut si pemandu, ada alasannya kenapa alasnya pake batu. Kalau ditumbuhin rumput, pas musim hujan jadi becek, rumputnya juga harus ditata terus rapi jadi ribet. Kenapa gak pake keramik atau ubin aja? Biar gak silau man. Beneran, gak becanda. Bener juga sih ya. Haha. Sepanjang jalan menuju gerbang (selebar tiga batu) yang disusun lebih tinggi dari kanan kirinya. Itu jalan untuk Raja. Semua detail di Gyeongbokgung ada arti dan alasannya. Intinya, pas denger penjelasan si pemandu, kita akan terkagum-kagum. Sampe segitunya ya mereka memikirkan segala sesuatunya, bahkan sampai hal yang paling kecil sekalipun. Dan, kalau dilihat dari luar, Gyeongbokgung itu dibangun segaris dengan bukit di belakangnya. Sampe diitungin biar simetris sama si bukit. Wadow, speechless, kehabisan kata-kata. Salut.
| Gerbang Gyengbokgung |
| Lihat bukit di belakang istana? |
Di depan Gyeongbokgung ada Gwanghamun Square dan King Sejong Statue. Banyak orang duduk-duduk di situ. Ada air mancurnya juga buat main anak-anak. King Sejong adalah raja yang menemukan pola tulisan alfabet Korea alias Hangul. Oya, kita sempet foto pake kostum raja loh di situ. Ada ibu-ibu di toko kecil yang menyewakan kostum raja dengan gratis. Dia juga fotoin kita haha. Karena uda kelaparan, kita langsung capcus ke.. Myeongdong. Nyari jajanan lagi di sana yang belum dicobain plus cuci mata liat-liat. Kita beli gorengan, mirip risol mayonnaise sih cuma versi gede n komplit isinya, beli kentang kriwil juga, Abis itu blanja blanji. Korea itu surga belanja buat yang emang pake make up keluaran brand sini. Harganya bisa murah banget, antara 2-4 kalinya lebih murah dari di Indonesia. Semua penjaga tokonya di depan (teriak-teriak) memanggil-manggil pelanggan untuk masuk. Kalo uda belanja biasanya dikasi hadiah kecil, produk mereka juga tapi di versi bungkusan kecil (tester) haha. Yang pasti, puas banget belanja kosmetik di sini. Semua lucu, bagus, murah bangett.
Pulangnya, kita makan lagi di tempat ajuma yang deket stasiun Hongdae. Kali ini makan topokki dan kimbab. Huwaaa, enaaaak. Pasti hangat, fresh dan murah! Porsinya juga banyak. Tiap malem makan itu gak bosen deh. Nulis tentang si ajuma jadi bikin ngiler, slruupp. Kalo mau liat lagi, ada fotonya di Seoul Day 3.
Begitulah hari ini, jalan-jalan ke palacenya. Senaang. Hari ini pulang cepet supaya bisa tidur lebih awal. Besok agendanya kita mau ke Namdaemun, Seoul Tower, Teddy Bear Museum, dan belanja oleh-oleh di Dongdaemun.
Sampai jumpa di post selanjutnya! :)

mbak, makasih bgt infonya.. jadi lebih semangat ke korea :) *masih agak cemas sih mbak soal apply visa, soalnya aku di medan
ReplyDeleteIya sama-sama. Emang saya nulis blog ini buat bantu2 yang perlu informasi :) Kalo soal visa, gak usah khawatir, pasti dapet selama data dan dokumennya lengkap. Good luck :)
ReplyDeletebeli tiket terusan utk palace nya bagaimana ya caranya ?
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHalo aku belinya langsung di loket Changdeokgung bisa kok :)
ReplyDelete